Tas Seminar Bandung Support Kegiatan Seminar ini

Belum lama ini, salah satu kelompok PKK di sebuah kabupaten di daerah Bandung, mengadakan seminar khusus wanita, seminar itu bertajuk “perjuangkan harga diri wanita,”. Tujuan dari seminar tersebut ingin menyadarkan wanita agar berani bersuara dan melawan jika direndahkan, dilecehkan, dihina. Seminar itu dihadiri 50 remaja dan dewasa. Berkat ide cerdas anggota-anggota PKK seminar itu bisa mengundang beberapa hiburan kesenian di Kota tersebut seperti tari jaipongan yang ditanggap dari remaja setempat, karawitan, dan musikali puisi. Tak hanya itu para Ibu PKK juga membagikan payung cantik dan Tas Seminar di Bandung sebagai kenang-kenanggan di akhir acara. Sementara untuk pembahasannya sendiri diisi oleh Ketua PKK.

Setelah sesi pembahasan berakhir,  selanjutnya diisi sesi tanya jawab, banyak yang melontarkan pertanyaan, dari penjelasan yang belum dipahami. Pertanyaan tersebut dijawab oleh ketua PKK dibantu salah satu anggota PKK yang ditunjuk. Hingga sampai belasan pertanyaan, tiba-tiba masuk pertanyaan yang  paling unik, begini tanyanya “kenapa ada yang dihina tapi justru senang?” pertanyaan itu sontak membuat penghuni ruangan tertawa. Namun karena pertanyaan itu terlanjur diutarakan maka mau tak mau  Ketua PKK harus menjawabnya, “Saya kira semua orang jika dihina, dalam hatinya sebenarnya tidak terima, namun karena mental masing-masing berbeda, maka ada yang melemah dan menangis, ada yang mengabaikannya, adapula yang justru tertawa terbahak-bahak, semua itu tergantung seberapa pintar orang itu dalam menyembunyikan perasaan”. Nah, setelah tanya   jawab berakhir ada sesi tanda tangan beserta pengambilan Payung dan  Tas Seminar Bandung. Hal ini dilakukan agar pembagian bisa merata.

Dari seminar ini kesimpulan isinya ialah korban yang kebanyakan menjadi sasaran pelecehan, direndahkan, dihina, adalah wanita-wanita muda, terutama yang belum menikah, namun sebagian juga ada wanita yang sudah menginjak usia senja.  Dampak yang ditumbulkan kadang membuat si korban menjadi mengurung diri, mogok sekolah, menutup diri. Solusi terbaik yang dirembuk ialah berusaha membantu korban melupakan kejadian tersebut, berani melawan, melaporkan ke pihak berwajib terutama orang tua/suami (jika punya), atau jika sudah terlalu keterlaluan bisa menelpon pihak keamanan. Sedangkan untuk  antisipasinya, ialah dengan membatasi jam main anak, harus berani dan bisa melawan (berlatih beladiri), jangan terlalu mencandu sosial media, jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Dan tujuan dari pemberian Tas Seminar Bandung tadi adalah agar ketika digunakan mereka selalu mengingat diri, untuk selalu antisipasi. Tasnya pun didesain kekinian dan berbahan tebal, membuat tas itu lebih awet dan cocok digunakan untuk ke berbagai acara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *